Dimas Prasidi

Mini Mind of Me

Berita

leave a comment »

Susno Ditantang Buka Kasus APBN
Koran Jakarta, 29 Mei 2010

Sabtu, 29 Mei 2010
Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji akan mengungkap penyimpangan APBN di tubuh Mabes Polri. Mabes Polri siap, asal tidak mengandung fitnah.
JAKARTA – Mabes Polri mempersilakan mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji melaporkan dugaan penyimpangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yang diduga melibatkan petinggi Polri aktif.

Meski begitu, Polri mengingatkan agar laporan tersebut tidak mengandung fitnah. Penegasan tersebut diungkapkan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang, saat dihubungi wartawan, Jumat (28/5).

”Silakan saja, hak setiap warga negara itu. Mengetahui ada aktivitas, membuat laporan, nanti-nanti kita lihat, saya belum lihat laporannya. Nanti ditindaklanjuti.

Ya itu, kasus Gayus ditindaklanjuti juga,” kata Edward. Ditanya bagaimana bila kasus tersebut menyeret sejumlah petinggi Polri, Edward mengatakan, pihaknya menunggu dulu laporan tersebut. ”Kita belum tahu laporannya apa.

Kan tunggu lewat proses penyidikan. Kalau terlibat pejabat tinggi, ya pasti diproses. Pak Susno pejabat tinggi juga, kan? Diproses juga.

Jangan khawatirlah, tidak akan ada yang disembunyikan,” kata Edward. Didesak bila Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) meneruskan kasus tersebut ke KPK, Edward mengatakan, silakan saja.

”Silakan, itu kan haknya dia,” kata Edward. Seperti diketahui, Susno melaporkan kasus itu ketika LPSK mendatanginya di Mako Brimob.

Menurut kuasa hukum Susno, Ari Yusuf Amir, Susno mengungkapkan tiga kasus, yaitu kasus Gayus, kasus dana pengamanan pilkada Jawa Barat, dan kasus dugaan penyimpangan pengunaan dana APBN, dana hibah, dan kredit ekspor yang dilakukan Mabes Polri dan berbagai polda.

Menurut Ari, penyimpangan atas kasus terbaru tersebut diduga melibatkan petinggi Polri dan terjadi saat Susno masih menjabat Kabareskrim Mabes Polri.

Memberantas Makelar

Salah satu cara untuk memberantas makelar kasus adalah mempraktikkan metode pengawasan yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda saat menjajah Indonesia.

Dengan menempatkan kepolisian di bawah pengawasan kejaksaan, lalu menempatkan kejaksaan di bawah pengawasan pengadilan, akan menyulitkan aparat penegak hukum bermain-main dengan praktik markus.

Penegasan tersebut diungkapkan peneliti hukum dari Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP), Dimas Prasidi, saat dihubungi Koran Jakarta, Jumat (28/5).

Menurut Dimas, cara pemberantasan markus dengan memberikan hadiah dan hukuman kepada aparat penegak hukum tidak akan efektif.

”Karena cara seperti itu sudah ada dan diterapkan dengan program eselon di pemerintahan,” kata Dimas.

Menurutnya, bila ingin efektif, pemerintah dapat menerapkan metode pengawasan yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda.

”Ketika zaman Belanda dulu, kejaksaan itu tidak independen, dan berada di bawah peradilan, sedangkan kepolisian itu berada di bawah kejaksaan,” kata Dimas.

Dengan adanya metode tersebut, masing-masing lembaga tidak bisa arogan karena diawasi dari atas ke bawah.

”Dengan adanya pengawasan struktural seperti itu, semangat saling melindungi korps akan hilang,” kata Dimas.

Dengan adanya pengawasan itu pula, oknum aparat penegak hukum yang akan melakukan praktik markus akan berpikir dua kali.

”Ada rasa tanggung jawab karena masing-masing lembaga saling mengawasi,” ujar Dimas. Seperti diketahui, program pemberantasan markus menjadi agenda prioritas bagi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) M Amari.

Menurut Amari, pihaknya tidak akan memberikan kesempatan kepada markus untuk bermain di bidang Pidsus Kejagung.

”Saya paling tidak kompromi dan saya paling tidak bisa beri kesempatan kepada orang yang mengurus perkara, nggak ngelayani, ketemu aja nggak mau saya,” kata M Amari seusai pelantikannya di Gedung Kejagung, Kamis (28/5).
eko/N-1

Written by dimasprasidi

May 29, 2010 at 7:40 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: