Dimas Prasidi

Mini Mind of Me

Pembuktian Terbalik Diterapkan untuk Gayus

with one comment

 

Koran Jakarta, Jumat, 25 Februari 2011
Penegakan Hukum

JAKARTA – Pemerintah akan segera menerapkan sistem pembuktian terbalik dalam penuntasan kasus mafia pajak dengan terdakwa Gayus Halomoan Tambunan. Proses tersebut dinilai akan lebih efektif untuk mencegah dan menuntaskan kasus tindak pidana korupsi. “Sesuai Inpres 1 Tahun 2011 tentang penuntasan kasus mafi a pajak, maka hal penting yang akan dilakukan kemudian adalah penerapan metode pembuktian terbalik. Dengan metode itu, uang negara atau uang rakyat yang dikorupsi dapat segera diambil negara atau dikembalikan kepada rakyat. Jadi, ini memang merupakan instrumen yang efektif,” papar Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (24/2).

Boediono menambahkan penerapan metode pembuktian terbalik juga dapat memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi atau yang terlibat mafia pajak. “Jika metode ini diterapkan benar-benar secara signifikan, maka metode ini dapat menjadi instrumen yang efektif bagi pencegahan dan penuntasan kasus korupsi,” lanjutnya. Menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan laporan kepada Presiden mengenai bidang, kasus, dan masalah yang sudah ditangani oleh Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Hukum dan HAM, termasuk Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak).

Laporan itu menindaklanjuti Inpres 1 Tahun 2011 tentang percepatan penyelesaian kasus-kasus hukum dan penyimpangan pajak. Sedangkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto menyebutkan penanganan kasus, pembenahan internal (institusi penegak hukum), dan penanganan kasus tentang perpajakan akan rutin dilaporkan setiap dua minggu kepada Presiden. “Laporan akan selalu diperbarui, kemajuan penanganan akan terus dilaporkan ke Presiden setiap dua minggu,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Jaksa Agung Basrief Arief menuturkan untuk penuntasan kasus Gayus dilakukan tiga kategori, yakni sisi pidana umum, pidana korupsi, dan suap. “Penerapan pembuktian terbalik sebelumnya telah dilakukan pada kasus Bahasyim. Dalam kasus itu, uang suap yang diterimanya dari pengusaha Kartini Mulyadi sebesar 1 miliar rupiah dapat disita oleh negara dengan cepat,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo yang mengemukakan untuk penuntasan kasus Gayus, dapat dilakukan metode pembuktian terbalik dengan merujuk UU Pencucian Uang. “Kita akan merujuk ke UU Pencucian uang, kita akan lakukan penyelidikan berdasarkan itu,” katanya. Sedangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar menekankan pemerintah serius mengejar aset kekayaan Gayus yang berada di luar negeri melalui kerja sama dengan empat negara.

Kerja sama itu dilakukan dalam bentuk mutual legal assistance (MLA). “Draf kerja samanya masih dalam proses dan diharapkan pada pekan depan sudah diselesaikan,” katanya. Sementara itu, peneliti Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP) Dimas Prasidi mengatakan penerapan asas pembuktian terbalik memang tidak bisa lagi dielakkan dalam proses penegakan hukum di Indonesia. “Berbagai kasus agak sulit diungkap karena alat bukti seperti pernyataan saksi, surat, kadang dimiliki oleh orang yang terkait dengan kasus tersebut,” kata Dimas.

Karena alat bukti itu dipegang oleh orang yang terlibat, akan menyulitkan bagi penyidik untuk mengungkapnya. ”Contohnya, untuk kasus Gayus, bila alat-alat bukti pembayaran uang pajak itu dikuasai Gayus dan atasannya, bagaimana penyidik dapat membuktikannya?” ujar Dimas. Karena itu, dengan adanya asas pembuktian terbalik itu, justru pelaku atau tersangkalah yang harus membuktikan asal-usul uang yang dimilikinya.
aan/eko/alv/N-1

 

Written by dimasprasidi

February 25, 2011 at 3:51 am

Posted in Berita

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik aksi Anggodo, Gayus, dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

    nobody

    February 28, 2011 at 7:53 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: