Dimas Prasidi

Mini Mind of Me

Akankah Kasus Sisminbakum Senasib dengan BLBI

leave a comment »

“Kejagung harus mampu melepaskan diri dari tekanan-tekanan politik yang ada.”
Jum’at, 21 Mei 2010, 21:04 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews – Peneliti hukum dari Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP), Dimas Prasidi, menilai banyak tekanan politik dalam penanganan kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum).

Kondisi itu ditengarai membuat penanganan kasus yang melibatkan pengusaha Hartono Tanoesoedibyo itu berjalan lambat. “Tekanan politik yang ada harusnya tidak serta merta mematikan semangat Kejaksaan Agung untuk menuntaskan perkara korupsi,” kata Dimas, Jumat, 21 Mei 2010.

Ia berharap Kejaksaan Agung tak mudah diintervensi di tengah upaya reformasi di tubuh aparat penegak hukum. “Kejagung harus mampu melepaskan diri dari tekanan-tekanan politik yang ada, saat sedang menyidik kasus. Kejagung juga harus terus menyidik dan memeriksa orang-orang kuat yang terlibat,” tegasnya.

Ia tak ingin kasus itu bernasib sama dengan kasus penyalahgunaan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang terhenti karena tekanan politik. ”Terhadap pengusaha yang terkena kasus korupsi, harus segera dipanggil dan diperiksa, jangan ada ketakutan akan tekanan-tekanan politik tertentu,” ujarnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Marwan Effendy, mengatakan tak dapat menuntaskan kasus senilai Rp 410 miliar itu karena faktor force majeure, yaitu keadaan memaksa yang membuat kejaksaan tidak mampu menuntaskan kasus.

”Ya, ada (kasus) yang tidak bisa dijangkau kita, karena force majeur, seperti Hartono (Tanoesoedibyo), Gubernur (Bengkulu Agusrin Najamudin). Itu di luar kemampuan kita,” kata Marwan saat ditemui usai salat Jumat.

Namun, Marwan enggan untuk menyebutkan adanya indikasi tekanan dari luar. ”(Pokoknya) itu di luar kemampuan kita,” katanya. ”Itu akan menjadi pekerjaan rumah bagi Jampidsus yang baru,” ucap Marwan.

Anggota Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa, juga mencurigai adanya satu kekuatan besar yang melindungi Hartono. ”Ini sudah tidak murni hukum lagi, ada satu kekuatan besar, yang berada di belakang Hartono, sehingga mampu mangkir selama lima kali di persidangan,” ujar Desmond.

Dalam kasus ini, kejaksaan telah menetapkan sejumlah tersangka yaitu Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, Syamsudin Manan Sinaga, dan dua pejabat sebelumnya, Zulkarnain Yunus dan Romli Atmasasmita. Tersangka lain, Direktur Utama PT Sarana Rekatama Dinamika, Yohanes Waworuntu, dan Ketua Koperasi Pengayoman Pegawai Deperteman Kehakiman, Ali Amran Zanah. (umi)

• VIVAnews

Written by dimasprasidi

May 29, 2010 at 8:41 am

Posted in Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: