Dimas Prasidi

Mini Mind of Me

Kejagung Harus Bebas Tekanan Politik

leave a comment »

Sumber, Koran Jakarta

Sabtu, 22 Mei 2010

JAKARTA – Tekanan-tekanan politik yang ada seharusnya tidak mematikan semangat Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntaskan perkara korupsi.

Justru dengan terus menyidik dan memeriksa orang-orang kuat yang terlibat membuktikan bahwa Kejagung telah melakukan reformasi diri dalam usaha penegakan hukum.

Penegasan tersebut diungkapkan peneliti hukum dari Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP), Dimas Prasidi, saat dihubungi Koran Jakarta, Jumat (21/5).

Menurut Dimas, Kejagung harus mampu melepaskan diri dari tekanantekanan politik yang ada saat sedang menyidik kasus.

”Bila kejaksaan menyerah, akan menjadi preseden buruk dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Salah satu contoh kasus yang terhenti karena ada tekanan politik adalah kasus penyalahgunaan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI),” kata Dimas.

Karena itu, kata Dimas, pemimpin Kejagung yang baru nanti harus berani melakukan terobosan dalam penegakan hukum.

”Terhadap pengusaha yang terkena kasus korupsi, harus segera dipanggil dan diperiksa, jangan ada ketakutan akan tekanan-tekanan politik tertentu,” ujar Dimas.

Di Luar Kemampuan Pernyataan Dimas itu menanggapi pernyataan dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Marwan Eff endy yang secara terus terang mengakui bahwa penanganan kasus dugaan korupsi 410 miliar rupiah pengadaan Sisminbakum, yang melibatkan pengusaha Hartono Tanoesoedibyo, belum dapat dituntaskan.

Hal itu karena ada faktor force majeur (keadaan memaksa yang membuat kejaksaan tidak mampu menuntaskan kasus).

”Ya, ada yang tidak bisa dijangkau kita, karena force majeur, seperti Hartono (Tanoesoedibyo).

Itu di luar kemampuan kita,” kata Marwan saat ditemui seusai salat Jumat di Masjid Kejagung, Jumat (21/5). Namun, saat ditanya tentang keadaan memaksa tersebut, Marwan enggan menyebutkannya.

Meski begitu, terhadap kasus Sisminbakum tersebut, pihaknya memastikan bahwa penggantinya akan meneruskan penyidikan terhadap kasus tersebut. ”Itu akan menjadi pekerjaan rumah bagi Jampidsus yang baru,” tukas Marwan.

Adanya tekanan politik dalam penanganan kasus Sisminbakum pernah diungkap anggota Komisi III DPR Desmond J Mahesa.

Menurut Desmond, pihaknya mencurigai ada satu kekuatan besar yang mampu melindungi Hartono untuk tidak hadir di persidangan.

”Ini sudah tidak murni hukum lagi.

Ada satu kekuatan besar yang berada di belakang Hartono sehingga mampu mangkir selama lima kali di persidangan,” ujar Desmond.
eko/N-1

Written by dimasprasidi

May 29, 2010 at 8:37 am

Posted in Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: